Rapat Kerja Nasional I AMDATARA, langkah konsolidasi dan perkuat organisasi

AMDATARA menyelenggarakan Rakernas I sebagai langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi. Forum ini menegaskan komitmen AMDATARA dalam memperkuat fondasi serta meningkatkan daya saing industri air minum dalam kemasan (AMDK) nasional di tengah dinamika yang semakin kompleks.

PRESS RELEASE

2/7/20263 min read

JAKARTA, AMDATARA — Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) sebagai salah satu asosiasi AMDK terkemuka menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sebagai langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi. Forum ini menjadi momentum penting bagi AMDATARA untuk menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi serta meningkatkan daya saing industri air minum dalam kemasan (AMDK) nasional di tengah dinamika industri yang semakin kompleks.

Rakernas I AMDATARA menjadi wadah dialog strategis yang mempertemukan anggota, pengurus, serta para pemangku kepentingan industri AMDK. Melalui forum ini, AMDATARA menyelaraskan visi, misi, dan langkah strategis organisasi ke depan, sekaligus mempertegas arah kebijakan dalam mendorong pertumbuhan industri AMDK yang berdaya saing tinggi, berkelanjutan, patuh terhadap regulasi, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menegaskan bahwa industri AMDK memiliki peran strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air minum yang aman dan bermutu bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penguatan industri tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan komprehensif melalui kolaborasi erat antara pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Rakernas ini menjadi momentum bagi AMDATARA untuk memperkuat peran organisasi sebagai wadah kolaborasi industri AMDK. Kami berkomitmen mendorong industri yang kompetitif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan global dan nasional secara berkelanjutan,” ujar Karyanto.

Rakernas ini juga menghadirkan pandangan dari regulator terkait isu lingkungan dan kepatuhan regulasi. Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut, Kementerian Lingkungan Hidup, Sayid Muhadhar, menekankan pentingnya inovasi industri AMDK dalam mengurangi dampak lingkungan, khususnya melalui pengelolaan kemasan.

“Perusahaan air minum dalam kemasan diharapkan terus berinovasi, antara lain dengan menggunakan bahan daur ulang dan mengembangkan kemasan tanpa label, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam pengurangan sampah di lingkungan,” kata Sayid Muhadhar.

Sementara itu, dari aspek tata kelola sumber daya air, Dr. L. M. Bakti, S.T., M.T., Kepala Subdirektorat Operasi dan Pemeliharaan Air Tanah, Air Baku, Irigasi dan Rawa, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, mengingatkan industri AMDK untuk segera memastikan kepatuhan terhadap perizinan pengambilan sumber daya air.

“Mengacu pada Undang-Undang Cipta Kerja, masa transisi akan segera berakhir pada 1 April 2026. Industri AMDK diharapkan segera memastikan tingkat kepatuhan, khususnya terkait perizinan pengambilan sumber daya air,” jelasnya.

Dalam Rakernas tersebut, AMDATARA merumuskan sejumlah arah strategis organisasi, di antaranya penguatan tata kelola industri, peningkatan kepatuhan terhadap standar mutu dan keamanan pangan, serta penguatan kapasitas anggota agar lebih siap menghadapi perubahan regulasi dan dinamika pasar.

Selain itu, Rakernas juga menjadi ruang diskusi untuk membahas tantangan jangka menengah dan panjang industri AMDK, mulai dari ketahanan rantai pasok dan efisiensi distribusi, hingga pentingnya membangun komunikasi publik yang transparan dan berbasis data. AMDATARA menilai bahwa kepercayaan publik terhadap industri AMDK harus terus dijaga melalui praktik industri yang bertanggung jawab serta komunikasi yang konstruktif dan berimbang.

Melalui Rakernas I ini, AMDATARA menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan dan minuman. Ke depan, AMDATARA akan menindaklanjuti hasil Rakernas melalui implementasi program kerja yang terukur, penguatan koordinasi antaranggota, serta perluasan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat posisi industri AMDK nasional agar semakin tangguh, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Rakernas I AMDATARA ini dihadiri oleh lebih dari 70 peserta yang terdiri dari Dewan Pengurus Pusat, Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Daerah, Dewan Pakar, Anggota Kehormatan, serta mitra AMDATARA lainnya. Turut hadir sejumlah tokoh dan pakar lintas disiplin, antara lain Pakar Hidrogeologi Prof. Heru Hendrayana, Pakar Hidrasi Sehat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia DR Diana Sunardi, Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat IPB Prof. Ahmad Sulaeman, serta Pakar Teknologi Pangan dan Kemasan IPB Prof Nugraha Edi Suyatma.

Selain itu, Rakernas juga dihadiri oleh pengurus pusat dan daerah AMDATARA dari delapan wilayah, anggota kehormatan, serta mitra strategis dan pemasok (supplier) industri AMDK. Hadir pula Eric Garnadi, Ketua Umum Asosiasi Depot Air Minum Indonesia (ASDAMINDO), serta Pris Polly Lengkong, Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk membangun sinergi lintas sektor dalam rangka memperkuat industri air minum nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan bertanggung jawab.

#AsosiasiAMDK #AMDATARA #AMDKNusantara #AirMinumDalamKemasan #AMDKIndonesia