Musda I AMDATARA Jawa Tengah–DIY Perkuat Sinergi Industri, Pemerintah, dan Masyarakat untuk Keberlanjutan


Semarang, 23 Juli 2026 — Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) resmi mengukuhkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMDATARA Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026–2031 dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) I yang diselenggarakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, pegiat lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Hadir dalam acara tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah July Emmylia, perwakilan Pemerintah Daerah DIY, pengurus DPP dan DPD AMDATARA, pelaku industri AMDK, industri pendukung, akademisi, pegiat lingkungan, serta mitra dan sponsor.
Ketua Umum DPP AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki posisi yang sangat strategis dalam perkembangan industri AMDK nasional. Dengan sekitar 131 perusahaan yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah, provinsi ini menjadi salah satu basis industri AMDK terbesar di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyediaan air minum yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. Menurut Karyanto, pengukuhan pengurus baru bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga langkah penting untuk memperkuat kontribusi industri terhadap pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa ke depan AMDATARA akan terus mendorong sinergi yang lebih erat dengan pemerintah, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta mengembangkan berbagai program keberlanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. “Pengurus baru akan memperkuat sinergi dengan pemerintah, menjaga kepatuhan regulasi, serta mendorong konservasi air dan pengelolaan kemasan pascakonsumsi. Tugas utama kami adalah menjaga keberlanjutan sumber daya air, mengembangkan ekonomi sirkular dan daur ulang kemasan, memperkuat kepatuhan terhadap standar mutu produk, serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Karyanto. Ia juga menjelaskan bahwa AMDATARA yang berdiri pada tahun 2025 kini telah berkembang menjadi wadah bagi lebih dari 100 perusahaan dengan lebih dari 200 merek AMDK di Indonesia. Karena itu, AMDATARA berkomitmen tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. “Bagi kami, AMDATARA bukan hanya tentang industri. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Semangat kami adalah ngelakoni lan ngopeni Jawa Tengah—bertumbuh bersama masyarakat sekaligus menjaga sumber daya alam agar tetap lestari bagi generasi yang akan datang,” tambahnya.
Dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan oleh Urip Sihabudin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan DPD AMDATARA Jawa Tengah–DIY dan berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai bahwa industri AMDK memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian daerah. Namun, pemanfaatan sumber daya air harus selalu dilakukan secara bertanggung jawab agar dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan jangka panjang. “Mengingat Jawa Tengah menjadi salah satu basis industri air minum dalam kemasan terbesar nasional, AMDATARA diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga, melestarikan, dan mengelola sumber daya air secara berkelanjutan. Air adalah aset bersama yang sangat vital bagi kehidupan dan perekonomian,” demikian pesan Gubernur Jawa Tengah. Pemerintah juga mendorong AMDATARA untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh anggotanya mematuhi regulasi, standar mutu, dan keamanan pangan, sekaligus mempercepat penerapan ekonomi sirkular melalui pengelolaan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, menekankan pentingnya transformasi menuju industri yang lebih hijau dan berdaya saing. Menurutnya, AMDATARA memiliki peran strategis dalam memperkuat komitmen industri untuk menerapkan prinsip keberlanjutan, mengurangi dampak lingkungan, serta mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. “AMDATARA diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam mendorong industri yang lebih ramah lingkungan, mendukung hilirisasi yang berkelanjutan, dan mempercepat penerapan ekonomi sirkular. Kolaborasi yang erat antara dunia usaha dan pemerintah akan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Musyawarah Daerah I AMDATARA Jawa Tengah–DIY juga menjadi simbol semakin kuatnya komitmen industri AMDK untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya air, mengembangkan sistem ekonomi sirkular, meningkatkan kepatuhan terhadap standar mutu dan keamanan pangan, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. Dengan kepengurusan baru yang telah terbentuk, AMDATARA optimistis dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan industri AMDK yang maju, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Organisasi juga berharap Jawa Tengah dan DIY dapat menjadi contoh pengembangan industri yang mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Alamat
DPP AMDATARA - Menara Kuningan, Lantai 1 Blok H Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-7 Kav. 5, Karet Kuningan, Jakarta Selatan - 12940
Kontak
0856-8836-825
sekretariat@amdatara.org
©2026 by AMDATARA
