Forum Konsultasi Publik BBSPJI Selulosa, Dorong Layanan Jasa Industri yang Inklusif bagi IKM AMDK
BERITA


Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) hadir sebagai narasumber dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang diselenggarakan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa (BBSPJI Selulosa), Kementerian Perindustrian, Kamis (5/11), di Aula Pinus BBSPJI Selulosa. Dalam forum tersebut, AMDATARA diwakili oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi & Hubungan Antar Anggota DPP AMDATARA, Evan Agustianto.
Forum bertema "Penguatan Kualitas Layanan Jasa BBSPJI Selulosa melalui Sinergi dan Kolaborasi untuk Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri" ini diawali laporan penyelenggaraan oleh Kepala BBSPJI Selulosa, Dodiet Prasetyo, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari. Bersama Evan, sesi diskusi turut menghadirkan Direktur AKKH Badan Standardisasi Nasional (BSN) Heru Suseno, Kepala P4SI Tri Ligayanti, serta Muhammad Kodiat P. dari AMMI, dengan Ketua Tim Standardisasi BBSPJI Selulosa, Hendro Risdianto, sebagai moderator. Sejalan dengan amanat PermenPANRB No. 16 Tahun 2017, forum ini menjadi ruang dialog dua arah antara penyelenggara layanan dengan pengguna layanan, asosiasi industri, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan media untuk menyempurnakan standar pelayanan.
Keterlibatan AMDATARA berangkat dari keterkaitan erat antara layanan BBSPJI Selulosa dan rantai nilai industri air minum dalam kemasan (AMDK). Layanan pengujian, kalibrasi, sertifikasi SNI, sertifikasi industri hijau, verifikasi ekolabel, hingga inspeksi kandungan daur ulang bersinggungan langsung dengan kemasan sekunder berbasis karton, label, dan agenda kemasan berkelanjutan. Relevansinya kian menguat seiring berlakunya wajib SNI AMDK sejak Oktober 2026 berdasarkan Permenperin No. 62/2024, di tengah dorongan transisi industri menuju ekonomi sirkular.
"Industri AMDK nasional ditopang oleh 707 pabrik, dan sekitar 78 persen produk terdaftar berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Bagi mereka, layanan pengujian, sertifikasi, dan pendampingan teknis yang terjangkau dan cepat bukan sekadar urusan administratif, melainkan penentu keberlangsungan usaha," ujar Evan dalam paparannya.
Berangkat dari kondisi tersebut, AMDATARA menyampaikan sejumlah masukan sebagai representasi pengguna layanan. Asosiasi menilai kepastian layanan, mulai dari transparansi tarif, waktu penyelesaian, hingga pemantauan status pengujian secara daring, menjadi fondasi kepercayaan industri. AMDATARA juga mendorong skema afirmatif bagi IKM, seperti layanan pengujian kolektif dan klinik pendampingan teknis, serta penguatan pendampingan di bidang sertifikasi industri hijau, ekolabel, dan verifikasi kandungan daur ulang pada kemasan.
Evan menegaskan kesiapan AMDATARA untuk berperan aktif memperluas jangkauan layanan tersebut. "AMDATARA kini menghimpun lebih dari 100 perusahaan dengan lebih dari 200 merek AMDK. Melalui jaringan DPD di berbagai daerah, kami siap menjadi jembatan informasi dan sosialisasi, sehingga layanan BBSPJI Selulosa benar-benar dirasakan anggota, terutama pelaku IKM," katanya.
Partisipasi ini menegaskan posisi AMDATARA sebagai mitra kolaboratif pemerintah dalam membangun ekosistem layanan jasa industri yang responsif dan inklusif, demi mewujudkan industri AMDK nasional yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Alamat
DPP AMDATARA - Menara Kuningan, Lantai 1 Blok H Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-7 Kav. 5, Karet Kuningan, Jakarta Selatan - 12940
Kontak
0856-8836-825
sekretariat@amdatara.org
©2026 by AMDATARA
