Dukung Konservasi Air dan Ekonomi Sirkular, AMDATARA Perkuat Kolaborasi dengan Pemprov Jawa Tengah

AMDATARA memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong konservasi sumber daya air, kepatuhan regulasi lingkungan, serta penguatan ekonomi sirkular. Melalui audiensi bersama Gubernur Jawa Tengah, AMDATARA menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan industri AMDK yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

7/3/20263 min read

Semarang, 1 Juli 2026 – Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, penguatan ekonomi sirkular, pengembangan industri hijau, pemberdayaan UMKM, serta pertumbuhan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang bertanggung jawab di Provinsi Jawa Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi AMDATARA Jawa Tengah–DIY dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/7). Audiensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri AMDK dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) AMDATARA Jawa Tengah–DIY.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Jawa Tengah menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, kepatuhan terhadap aturan pemanfaatan air tanah, serta penguatan program konservasi lingkungan dan ekonomi sirkular oleh pelaku industri. Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, S.E., M.M., serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, S.T., M.T. Kehadiran kedua perangkat daerah tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus mendukung pengembangan industri yang bertanggung jawab.

Ketua Umum DPP AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong iklim investasi yang kondusif, penciptaan lapangan kerja, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Image “Industri AMDK memiliki kepentingan yang sama dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Bagi kami, air bukan hanya bahan baku utama, tetapi juga aset bersama yang harus dijaga kelestariannya. Karena itu, konservasi air dan perlindungan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan industri,” ujar Karyanto.

​Secara nasional, industri AMDK memiliki sekitar 707 pabrik dengan kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun. Industri ini menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung dan menciptakan jutaan peluang ekonomi melalui rantai pasok, distribusi, logistik, perdagangan, serta UMKM yang terlibat dalam ekosistem industri.

Berdasarkan data BPOM, terdapat 8.721 produk AMDK yang terdaftar di Indonesia, dimana 8.700 produk (99,76%) merupakan produk dalam negeri dan hanya 21 produk (0,24%) merupakan produk impor. Sementara itu, Jawa Tengah menjadi salah satu basis penting industri AMDK nasional dengan sekitar 131 perusahaan, atau hampir 20 persen dari total industri AMDK di Indonesia.

AMDATARA menegaskan bahwa seluruh pelaku industri AMDK memiliki kewajiban untuk mematuhi regulasi terkait pemanfaatan sumber daya air, konservasi lingkungan, serta kewajiban monitoring dan pelaporan yang berlaku. Berbagai anggota AMDATARA juga secara aktif menjalankan program konservasi melalui perlindungan daerah resapan air, rehabilitasi lahan, pembangunan sumur resapan, penanaman pohon, serta edukasi masyarakat mengenai pelestarian sumber daya air.

Di Jawa Tengah, sejumlah perusahaan anggota AMDATARA telah melaksanakan berbagai inisiatif konservasi dengan menanam ratusan ribu pohon di berbagai daerah tangkapan air sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Selain konservasi air, AMDATARA juga terus mendorong penguatan ekonomi sirkular melalui pengumpulan kemasan pascakonsumsi, pengembangan rantai nilai daur ulang, peningkatan penggunaan material daur ulang sesuai ketentuan yang berlaku, serta kemitraan dengan pemerintah daerah, bank sampah, komunitas lingkungan, dan pelaku daur ulang.

Berbagai inisiatif pengelolaan sampah dan pengembangan fasilitas daur ulang juga telah dilakukan di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Semarang, Klaten, dan Wonosobo. Industri AMDK juga membuka peluang sebagai offtaker atau pembeli material plastik hasil daur ulang agar dapat kembali dimanfaatkan sebagai bahan baku yang bernilai ekonomi dan mendukung terciptanya ekonomi sirkular.

Dalam kesempatan tersebut, AMDATARA turut menyampaikan sejumlah aspirasi industri, antara lain pentingnya kepastian dan harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya air yang berbasis data dan kajian ilmiah, serta dukungan terhadap investasi berkelanjutan bagi industri yang patuh terhadap ketentuan lingkungan dan konservasi.

AMDATARA juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui berbagai program konkret, seperti pengembangan forum konservasi sumber daya air, rehabilitasi daerah tangkapan air, pengembangan desa konservasi, edukasi lingkungan bagi pelajar, serta penguatan pengelolaan sampah kemasan berbasis ekonomi sirkular.

Menutup audiensi tersebut, Karyanto menegaskan komitmen AMDATARA untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. “Kami menyambut baik arahan Bapak Gubernur Jawa Tengah terkait pentingnya konservasi air, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, dan penguatan ekonomi sirkular. AMDATARA siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Industri AMDK tidak dapat tumbuh tanpa sumber air yang lestari, sehingga keberlanjutan merupakan kepentingan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Kami berharap kolaborasi yang semakin kuat dapat terus dibangun untuk mendukung pembangunan Jawa Tengah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutup Karyanto.

Alamat

DPP AMDATARA - Menara Kuningan, Lantai 1 Blok H Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-7 Kav. 5, Karet Kuningan, Jakarta Selatan - 12940

Kontak

0856-8836-825
sekretariat@amdatara.org

©2026 by AMDATARA