Dialog “Le Plastique en Débat” Soroti Pendekatan Siklus Hidup dalam Penanganan Polusi Plastik
Isu polusi plastik kembali menjadi sorotan dalam forum “Le Plastique en Débat / The Plastics Debate” yang diselenggarakan bersama Institut Français Indonésie (IFI).
BERITA


Jakarta — Isu polusi plastik kembali menjadi sorotan dalam forum “Le Plastique en Débat / The Plastics Debate” yang diselenggarakan bersama Institut Français Indonésie (IFI) tanggal 7 Januari 2026 di Jakarta. Forum dialog ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas tantangan serta peluang dalam penanganan polusi plastik secara komprehensif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyampaikan pandangan industri terkait urgensi pendekatan menyeluruh dalam mengatasi persoalan plastik. Ia menekankan bahwa isu polusi plastik tidak dapat dilihat secara parsial, melainkan harus ditangani sepanjang siklus hidup plastik, mulai dari tahap desain dan produksi, konsumsi, hingga pengelolaan pasca-pakai.
“Pendekatan berbasis siklus hidup menjadi kunci agar solusi yang dihasilkan tidak hanya memindahkan masalah dari satu titik ke titik lainnya, tetapi benar-benar menurunkan dampak lingkungan secara sistemik,” ujar Karyanto Wibowo dalam diskusi.
Karyanto juga mengutip data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menunjukkan bahwa produksi plastik global mencapai sekitar 460 juta ton pada tahun 2019, atau setara dengan ±53 kilogram per orang per tahun. Angka tersebut menggambarkan skala tantangan yang dihadapi sekaligus menegaskan bahwa solusi tidak dapat dibangun secara sepihak.
“Data ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang berbasis data dan sains, dengan melibatkan pemerintah, industri, akademisi, serta masyarakat sipil,” tambahnya.
Forum dialog ini bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan guna menurunkan dampak plastik di setiap tahap siklus hidupnya. Diskusi menyoroti pentingnya kebijakan yang tepat, inovasi industri, penguatan peran akademisi, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendorong perubahan pola produksi dan konsumsi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah narasumber dan pemangku kepentingan, antara lain:
Dr. Lisa Oksri Nelfia, Universitas Trisakti
Dr. Ade Idris, Universitas Trisakti
Ibu Vinda Damayanti, Direktur Pencegahan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup
Rahyang Nusantara, Direktur Dietplastik Indonesia
Para peserta sepakat bahwa dialog semacam ini perlu terus dilanjutkan dan diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang terukur dan berdampak, demi mewujudkan sistem pengelolaan plastik yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Forum “Le Plastique en Débat” diharapkan menjadi ruang kolaboratif yang mendorong keselarasan perspektif dan langkah konkret antar pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan polusi plastik secara global maupun nasional.
