Dewan Pakar AMDATARA Sebut AMDK Terjamin dan Aman Dikonsumsi

Sebagai seorang saintis, saya yakin bahwa yang diproduksi oleh AMDK benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Jadi, peran AMDK itu tidak hanya sekadar bisnis, tetapi juga menyediakan air minum yang layak bagi masyarakat karena telah memenuhi seluruh ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

PRESS RELEASE

2/15/20262 min read

JAKARTA – Salah satu zat utama yang dibutuhkan manusia adalah air, karena sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri dari air. Oleh sebab itu, tanpa mengonsumsi air minum selama 3 hingga 5 hari saja, manusia dapat meninggal dunia. Sebaliknya, tanpa makanan, manusia masih dapat bertahan hidup lebih dari satu bulan.

“Jadi, betapa vitalnya air minum itu bagi tubuh kita. Apalagi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), yang membantu menyiapkan dan menyediakan zat gizi yang sangat diperlukan oleh manusia dalam bentuk yang benar-benar terjamin keamanannya,” ujar anggota Dewan Pakar Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA), Prof Ahmad Sulaeman, dalam diskusi yang digelar di sela-sela penyelenggaraan Rakernas pertama AMDATARA di Jakarta.

Ia melanjutkan bahwa AMDK juga penting karena mengandung mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. “Sebagai seorang saintis, saya yakin bahwa yang diproduksi oleh AMDK benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Jadi, peran AMDK itu tidak hanya sekadar bisnis, tetapi juga menyediakan air minum yang layak bagi masyarakat karena telah memenuhi seluruh ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” kata Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat IPB tersebut, dikutip Kamis (12/2/2026).

Pada kesempatan yang sama, Pakar Hidrasi Sehat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), DR. dr. Diana Sunardi, menyampaikan bahwa air minum dalam kemasan telah terstandarisasi oleh BPOM sehingga aman dikonsumsi tanpa perlu dimasak terlebih dahulu. “Nah, ini yang perlu disebarluaskan di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa air minum yang bersumber dari sumur bor belum tentu dapat dipastikan keamanannya dari sisi kesehatan. “Kalau airnya dimasak dulu, itu hanya mematikan kuman. Namun, jika terdapat logam berat berbahaya seperti timbal, hal itu tidak terlihat dan tetap berbahaya bagi kesehatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, dr. Diana menekankan pentingnya kebiasaan minum air sebelum tubuh menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan. Menurutnya, rasa haus merupakan tanda awal dehidrasi yang muncul setelah tubuh mengalami kekurangan cairan sekitar dua persen atau lebih. “Kondisi ini sudah memengaruhi fungsi kognitif dan keseimbangan tubuh. Itu berdasarkan penelitian-penelitian yang kami lakukan di Universitas Indonesia. Jadi, jangan menunggu haus dulu baru minum,” tuturnya.

Sebelumnya, Ahli Kesehatan Masyarakat Hermawan Saputra juga memastikan bahwa produk AMDK yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) aman untuk dikonsumsi. Ia mengajak masyarakat agar tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap dampak kesehatan dari produk tersebut. “Produk-produk yang sudah ber-SNI telah melalui uji kualitas, sehingga diizinkan beredar di masyarakat. Selain itu, BPOM juga terus melakukan pengawasan terhadap keamanan produk-produk tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa seluruh kemasan produk pangan, termasuk AMDK, yang telah memiliki SNI dan izin edar dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat. “Apalagi batas aman atau toleransi zat-zat kimia berbahaya dalam kemasan pangan telah diatur dalam Peraturan Badan POM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan,” ujarnya.

#AsosiasiAMDK #AMDATARA #AMDKNusantara #AirMinumDalamKemasan #AMDKIndonesia #ekonomisirkular