Dekarbonisasi sebagai Strategi Daya Saing: Pandangan AMDATARA dalam Dialog dengan GIZ
Asosiasi pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mengadakan diskusi strategis bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) – German Development Agency di Sekretariat AMDATARA.
BERITA


Pada 28 April 2026, Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mengadakan diskusi strategis bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) – German Development Agency di Sekretariat AMDATARA. Pertemuan ini menjadi bagian dari dialog awal terkait inisiatif Value-Creating Decarbonisation in ASEAN, yang bertujuan mendorong transisi industri menuju praktik rendah karbon yang tidak hanya menekan emisi, tetapi juga tetap menciptakan nilai ekonomi dan menjaga daya saing. Diskusi tersebut dihadiri oleh jajaran AMDATARA, yakni Karyanto Wibowo selaku Ketua Umum, Annie Wahyuni dari Bidang Keberlanjutan, serta Putu Indira sebagai perwakilan anggota AMDATARA. Dari pihak GIZ, turut hadir Denise Andres, Project Manager and Policy Advisor GIZ, serta M. Junianto, Advisor Climate Action Program GIZ. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka dan konstruktif, dengan fokus pada tantangan nyata yang dihadapi industri AMDK dalam upaya dekarbonisasi.
Dalam diskusi ini, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari ketergantungan energi di sektor industri, potensi penerapan teknologi rendah karbon yang sudah siap pasar, hingga tantangan kebijakan dan pembiayaan yang masih menjadi hambatan investasi. AMDATARA menekankan bahwa industri AMDK pada prinsipnya siap berkontribusi dalam agenda transisi rendah karbon, namun membutuhkan kerangka kebijakan yang jelas, konsisten, dan implementatif agar investasi dapat dilakukan secara berkelanjutan. Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menegaskan bahwa dekarbonisasi harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang industri, bukan sekadar kewajiban lingkungan. “AMDATARA mendukung penuh upaya dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau. Namun, agar upaya ini dapat berjalan efektif, kami berharap adanya kebijakan serta policy environment yang kondusif—memberikan kepastian, kejelasan arah transisi, dan dukungan pembiayaan—sehingga pelaku industri dapat berinvestasi dengan percaya diri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui dialog dengan GIZ, AMDATARA juga melihat pentingnya kolaborasi multistakeholder, khususnya antara pemerintah, asosiasi industri, lembaga keuangan, serta mitra internasional, untuk menjembatani kesenjangan antara komitmen kebijakan dan implementasi di lapangan. Transfer teknologi, penguatan kapasitas industri, serta skema pembiayaan dan de-risking yang sesuai dengan karakter industri nasional menjadi topik kunci yang disoroti dalam pertemuan tersebut. Sebagai tindak lanjut, AMDATARA mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem dekarbonisasi yang inklusif dan aplikatif—mulai dari penyusunan kebijakan yang selaras, pengembangan instrumen pembiayaan hijau, hingga pendampingan proyek nyata di tingkat industri. AMDATARA menegaskan kesiapannya untuk berperan aktif sebagai mitra strategis dalam mendorong dekarbonisasi industri AMDK yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional maupun kawasan ASEAN.
