BPKN: Keamanan Air Minum Ditentukan Proses Sanitasi, Bukan Usia Galon

Perdebatan publik mengenai keamanan galon guna ulang kembali mencuat, terutama terkait anggapan bahwa usia galon menjadi faktor utama yang menentukan keamanan air minum. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menilai pandangan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan.

BERITA

3/10/20262 min read

MEDAN, Waspada.co.id – Perdebatan publik mengenai keamanan galon guna ulang kembali mencuat, terutama terkait anggapan bahwa usia galon menjadi faktor utama yang menentukan keamanan air minum. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menilai pandangan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan.

Kepala BPKN, Mufti Mubarak, menegaskan bahwa perlindungan konsumen dalam konsumsi air minum harus bertumpu pada standar operasional yang jelas dan pengawasan mutu yang ketat, khususnya pada proses pencucian dan sterilisasi galon. “Perlindungan konsumen harus berbasis pada standar keamanan yang terukur dan diawasi. Dalam konteks galon guna ulang, yang menentukan keamanan adalah bagaimana proses pencucian, sterilisasi, dan quality control dilakukan, bukan semata-mata angka usia pada kemasan,” ujar Mufti melalui keterangan persnya, Senin (9/3).

Menurutnya, industri air minum dalam kemasan (AMDK) telah memiliki prosedur ketat dalam menangani galon guna ulang. Setiap galon yang kembali ke pabrik harus melalui pemeriksaan visual, pencucian bertekanan tinggi, proses sanitasi, hingga sterilisasi sebelum diisi kembali. Galon yang mengalami kerusakan fisik langsung dikeluarkan dari siklus distribusi. Pandangan tersebut juga diperkuat oleh kalangan akademisi. Guru Besar Bidang Keamanan Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Ahmad Sulaeman, menyatakan bahwa galon guna ulang tetap aman digunakan meskipun telah dipakai bertahun-tahun, selama dirawat dan disimpan sesuai ketentuan.

“Sesungguhnya baik baru atau lama sama saja. Potensi migrasi bahan kimia itu selalu ada. Bukan masalah lama atau baru, tetapi seberapa besar terpapar faktor-faktor lingkungan,” kata Prof. Ahmad. Ia menjelaskan bahwa migrasi bahan kimia seperti Bisphenol A (BPA) dari kemasan ke dalam air umumnya hanya terjadi pada kondisi ekstrem, misalnya ketika galon terpapar suhu sangat tinggi atau berada pada lingkungan dengan tingkat keasaman (pH) yang tidak sesuai.

Oleh karena itu, faktor penyimpanan dan perlakuan terhadap galon dinilai jauh lebih menentukan dibandingkan usia kemasan. BPKN dan para ahli pun mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai cara merawat dan menyimpan galon air minum dengan benar di tingkat rumah tangga. Hal ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas air yang dikonsumsi sehari-hari.

Dengan demikian, keamanan air minum pada galon guna ulang merupakan hasil dari sistem yang terkontrol, mulai dari sumber air, proses pengolahan, sanitasi kemasan, hingga distribusi. Selama standar tersebut dijalankan dan diawasi dengan baik, usia galon bukanlah faktor utama yang menentukan keamanan air yang dikonsumsi masyarakat.


Sumber BPKN: Keamanan Air Minum Ditentukan Proses Sanitasi, Bukan Usia Galon – Waspada Online