AMDATARA Jawa Timur Perkuat Konsolidasi Organisasi Jelang RAKERNAS I 2026

DPD AMDATARA Jawa Timur menggelar konsolidasi organisasi sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan persiapan menghadapi Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) I AMDATARA 2026

BERITA

Amdatara

1/28/20262 min read

Pasuruan — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) Jawa Timur menggelar konsolidasi organisasi sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan persiapan menghadapi Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) I AMDATARA 2026. Kegiatan ini berlangsung di Restoran Makoya, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (28/01/2026).

Konsolidasi tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota DPD AMDATARA Jawa Timur, serta perwakilan sejumlah perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang beroperasi di Jawa Timur, antara lain PT Akhasa Wira International Tbk (ADES), Cristalin, dan Siropen Water.

Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD AMDATARA Jawa Timur, Mulyono Wibisono, S.Ei., M.Ling. Agenda utama konsolidasi difokuskan pada penguatan struktur organisasi, peningkatan kapasitas anggota, serta penyelarasan agenda strategis daerah dengan arah kebijakan organisasi di tingkat nasional.

“Forum ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika industri serta agenda strategis AMDATARA ke depan, khususnya menjelang RAKERNAS I 2026,” ujar Mulyono dalam arahannya.

Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, forum konsolidasi menetapkan penambahan pengurus baru guna memperkuat pilar-pilar kerja organisasi. Pada pilar advokasi, ditetapkan Anang Z. dari PT Akhasa Wira International Tbk (ADES). Sementara itu, pilar hubungan industrial diperkuat dengan bergabungnya Destranus T. dari Cristalin dan Ardi dari Siropen Water.

Menurut Mulyono, penguatan struktur organisasi ini merupakan langkah strategis agar AMDATARA Jawa Timur semakin responsif terhadap perkembangan regulasi industri AMDK, termasuk dinamika ketenagakerjaan yang berkembang di tingkat daerah.

“Dengan struktur organisasi yang lebih solid, AMDATARA Jawa Timur diharapkan mampu merespons perubahan regulasi dan isu hubungan industrial secara cepat, tepat, dan konstruktif,” jelasnya.

Selain penataan struktur, DPD AMDATARA Jawa Timur juga merumuskan sejumlah isu strategis yang akan direkomendasikan dalam RAKERNAS I AMDATARA 2026. Isu-isu tersebut mencakup ekspansi keanggotaan, khususnya dengan menjangkau perusahaan AMDK yang belum tergabung dalam asosiasi, serta penyelenggaraan pelatihan regulasi terkait Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Agenda strategis lainnya meliputi rencana audiensi dengan pemerintah kabupaten/kota serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memperkuat sinergi kebijakan industri, pelatihan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatkan pemahaman aspek keamanan dan mutu pangan, serta pembukaan rekening resmi organisasi sebagai bagian dari upaya profesionalisasi tata kelola AMDATARA di tingkat daerah.

Mulyono menegaskan bahwa AMDATARA Jawa Timur berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi seluruh pelaku industri AMDK di daerah, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong iklim industri yang sehat dan berdaya saing.

“Dengan struktur organisasi yang semakin kuat dan program kerja yang terarah, kami ingin memastikan industri AMDK di Jawa Timur dapat tumbuh secara berkelanjutan, kompetitif, dan tetap berada dalam koridor kepatuhan terhadap regulasi nasional,” tutupnya.

Kegiatan konsolidasi ini menjadi pijakan strategis bagi AMDATARA Jawa Timur dalam menyongsong RAKERNAS I AMDATARA 2026, sekaligus memperkuat peran asosiasi dalam mendorong pengembangan industri AMDK yang sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.