AMDATARA Hadir dalam RDPU Panja Industri AMDK Komisi VII DPR RI: Memperkuat Sinergi untuk Industri yang Berkelanjutan

Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) secara resmi berpartisipasi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Panja Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Komisi VII DPR RI

BERITA

4/10/20262 min read

Jakarta — Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) secara resmi berpartisipasi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Panja Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Rapat tersebut dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026.

Bagi AMDATARA, RDPU ini bukan sekadar forum formal, melainkan kesempatan strategis yang sangat berharga untuk menyampaikan perspektif langsung dari pelaku usaha AMDK mengenai berbagai isu krusial yang tengah dihadapi industri, mulai dari tantangan operasional sehari-hari, kepatuhan terhadap regulasi yang semakin ketat, hingga komitmen bersama dalam pelestarian lingkungan dan konservasi sumber daya alam. Forum ini juga membahas pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta membuka ruang bagi masukan konstruktif dari industri sebagai bagian integral dalam proses perumusan kebijakan yang berimbang dan berkelanjutan.

Sebagai representasi resmi pelaku usaha AMDK, kehadiran AMDATARA dalam RDPU ini mencerminkan komitmen untuk membangun dialog yang produktif antara DPR sebagai pembuat kebijakan dan dunia usaha. Kami percaya bahwa sinergi yang kuat akan melahirkan regulasi yang tidak hanya menjaga iklim usaha yang sehat dan kompetitif, tetapi juga memastikan perlindungan lingkungan serta keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang.

Kehadiran AMDATARA selaras dengan visi dan misi asosiasi sebagai rumah bersama bagi industri AMDK Indonesia. AMDATARA hadir sebagai katalisator kemajuan industri yang berkualitas, berdaya saing tinggi, inklusif, kolaboratif, dan berintegritas. AMDATARA mendorong pertumbuhan industri AMDK yang sehat, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas produk, inovasi teknologi, kepatuhan regulasi, dan penerapan prinsip keberlanjutan. Kami bukan hanya asosiasi, melainkan platform strategis yang menyatukan lebih dari 100 perusahaan dengan lebih dari 200 merek AMDK dari seluruh penjuru Nusantara untuk bersama-sama membangun ekosistem usaha yang profesional dan bertanggung jawab.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyampaikan:

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk berdialog langsung dengan Panja Industri AMDK Komisi VII DPR RI. Industri AMDK adalah sektor strategis yang mendukung kesehatan masyarakat melalui penyediaan air minum yang aman dan berkualitas. Namun, kami juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk regulasi, perpajakan, perijinan dan isu lingkungan lainnya. Melalui RDPU ini, AMDATARA menyampaikan perspektif industri secara konstruktif, sekaligus mendorong kebijakan yang adaptif, berbasis bukti, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Pertumbuhan industri harus selalu diimbangi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.”

AMDATARA menegaskan komitmen penuh untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan regulasi yang mendukung daya saing industri sekaligus menjaga kelestarian alam. Kami siap berkolaborasi aktif dalam implementasi kebijakan terkait pengelolaan sampah kemasan, konservasi air tanah serta air permukaan, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), serta inovasi kemasan ramah lingkungan. Dukungan ini kami wujudkan melalui penguatan kapasitas anggota, advokasi kebijakan yang konstruktif, dan partisipasi aktif dalam setiap forum strategis seperti RDPU ini.

AMDATARA yakin bahwa dialog terbuka seperti ini akan memperkuat fondasi industri AMDK Indonesia agar terus tumbuh secara positif, berkontribusi pada perekonomian nasional, sekaligus menjadi contoh praktik bisnis berkelanjutan. AMDATARA akan terus menjadi mitra terpercaya pemerintah dalam mewujudkan industri air minum dalam kemasan yang sehat, berdaya saing, dan ramah lingkungan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.