AMDATARA Dukung Penguatan Implementasi EPR melalui Forum NPAP–AEPW

Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (AMDATARA) berpartisipasi aktif dalam kegiatan capacity-building session terkait Extended Producer Responsibility (EPR) untuk kemasan yang diselenggarakan oleh Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP) bekerja sama dengan Alliance to End Plastic Waste (AEPW) pada 5 Mei 2026.

BERITA

5/9/20262 min read

Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (AMDATARA) berpartisipasi aktif dalam kegiatan capacity-building session terkait Extended Producer Responsibility (EPR) untuk kemasan yang diselenggarakan oleh Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP) bekerja sama dengan Alliance to End Plastic Waste (AEPW) pada 5 Mei. Forum ini mempertemukan asosiasi produsen dan perwakilan pemerintah untuk memperkuat pemahaman, berbagi praktik terbaik global, serta mengidentifikasi kesiapan implementasi EPR di Indonesia. Kehadiran AMDATARA dalam forum ini diwakili langsung oleh Ketua Umum Karyanto Wibowo, Direktur Eksekutif Sudarman Bolo, serta Pengurus Bidang Keberlanjutan Annie Wahyuni, sebagai bagian dari komitmen industri AMDK dalam mendorong solusi konkret terhadap pengelolaan sampah kemasan dan percepatan ekonomi sirkular.

Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan strategis, dengan sambutan dari Amb. M. Wahid Supriyadi (Non-Government Co-Chair Indonesia NPAP), Dewi Muliana (Kepala Pusat Industri Hijau, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia), serta Ujang Solihin Sidik (Ketua Kelompok Kerja Tata Kelola Produsen, Kementerian Lingkungan Hidup). Sementara itu, penutupan disampaikan oleh Rofi Alhanif (Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan) dan Ted Toth (Vice President Global Programmes and Circularity, AEPW). Agenda diskusi mencakup pembelajaran dari implementasi EPR di India, termasuk perspektif kebijakan dan praktik industri, serta pembahasan model pembiayaan dan operasional pengelolaan sampah berbasis EPR. Paparan juga menyoroti proyek pengelolaan sampah terpadu yang dijalankan AEPW di Malang, Jawa Timur, yang menunjukkan bagaimana skema iuran EPR dapat membantu menutup kesenjangan biaya operasional sistem pengelolaan sampah di tingkat daerah. Selain itu, turut dibahas perkembangan model bisnis Producer Responsibility Organization (PRO) di Indonesia sebagai salah satu instrumen penting dalam implementasi EPR.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyampaikan bahwa forum ini merupakan langkah penting untuk memastikan implementasi EPR di Indonesia berjalan secara efektif, inklusif, dan berbasis praktik terbaik global. AMDATARA memandang bahwa pembelajaran internasional, seperti dari India, perlu diadaptasi secara kontekstual dengan mempertimbangkan karakteristik sistem pengelolaan sampah, kesiapan infrastruktur, serta kondisi sosial-ekonomi di Indonesia. Pendekatan kolaboratif dan bertahap menjadi kunci agar kebijakan EPR tidak hanya efektif secara lingkungan, tetapi juga adil dan implementatif bagi pelaku usaha. Melalui partisipasi dalam forum ini, AMDATARA menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam dialog kebijakan, mendorong penguatan ekosistem EPR, serta mendukung tercapainya pengelolaan sampah kemasan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak nyata di lapangan.