AMDATARA Dukung Keselamatan dan Kesejahteraan Pemulung Bantar Gebang melalui Pelatihan dan Santunan

Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menghadiri sekaligus berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelatihan keselamatan kerja dan buka puasa bersama ratusan pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

BERITA

3/17/20262 min read

Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menghadiri sekaligus berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelatihan keselamatan kerja dan buka puasa bersama ratusan pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi pada tanggal 16 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian AMDATARA terhadap para pemulung yang selama ini berperan penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui aktivitas pengurangan dan pemilahan sampah.

Pelatihan yang diberikan berfokus pada aspek keamanan dan keselamatan kerja, terutama dalam menghadapi risiko yang melekat pada aktivitas pemulungan di area TPA. Kegiatan ini menjadi semakin relevan menyusul tragedi longsor di TPA Bantar Gebang yang terjadi beberapa hari sebelumnya, yang menimbulkan keprihatinan mendalam akan pentingnya kesadaran keselamatan bagi para pemulung. Melalui pelatihan ini, para pemulung dibekali pemahaman dasar mengenai potensi bahaya di area TPA, cara bekerja yang lebih aman, serta pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Sebagai bentuk dukungan konkret, AMDATARA menyalurkan bantuan peralatan keselamatan kerja, antara lain rompi dan sarung tangan, guna membantu mengurangi risiko kecelakaan saat mereka bekerja sehari-hari.

Tidak hanya aspek keselamatan, AMDATARA juga menaruh perhatian pada kesejahteraan sosial para pemulung, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam kesempatan yang sama, AMDATARA memberikan santunan kepada para pemulung agar mereka dapat ikut merayakan Lebaran dengan lebih layak bersama keluarga mereka. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), Pris Polly Lengkong, serta Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, beserta jajaran pengurus AMDATARA dan pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran para pimpinan organisasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Pris Polly Lengkong menegaskan peran penting pemulung dalam rantai pengelolaan sampah nasional. “Pemulung adalah pejuang lingkungan yang sering luput dari perhatian. Mereka berkontribusi nyata dalam mengurangi timbunan sampah dan mendukung daur ulang. Sudah sepatutnya mereka dihargai dan dilindungi,” ujarnya. Ia juga mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang relevan dan berpihak kepada pemulung, mengingat aktivitas memulung merupakan mata pencaharian utama bagi jutaan orang di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menegaskan bahwa keterlibatan AMDATARA dalam kegiatan ini sejalan dengan visi asosiasi dalam mendorong keberlanjutan lingkungan dan pembangunan yang inklusif. “AMDATARA siap mendukung para pemulung agar kesejahteraan mereka semakin baik. Keselamatan dan penghidupan yang layak bagi pemulung adalah bagian penting dari ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” tegasnya. Lebih lanjut, AMDATARA sebagai rumah bagi industry air minum dalam kemasan di Indonesia memandang pemulung sebagai mitra strategis dalam upaya pengurangan sampah, peningkatan tingkat daur ulang, serta penguatan rantai pasok bahan baku daur ulang yang bertanggung jawab. Upaya ini selaras dengan komitmen AMDATARA dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Ke depan, AMDATARA berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan—antara pemerintah, pelaku industri, organisasi masyarakat, dan komunitas pemulung—dapat terus diperkuat. Dukungan kebijakan yang tepat, peningkatan kapasitas, serta perlindungan sosial dan keselamatan kerja menjadi kunci untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang aman, adil, dan berkelanjutan. AMDATARA mengajak seluruh pihak untuk memberdayakan pemulung sebagai bagian tak terpisahkan dari solusi lingkungan. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, pemulung tidak hanya menjadi penjaga lingkungan, tetapi juga mampu menikmati kesejahteraan yang lebih baik dan bermartabat.