AMDATARA Dorong Penguatan Ekosistem Bahan Baku Berkelanjutan untuk Industri AMDK
AMDATARA menegaskan komitmennya terhadap penguatan rantai pasok berkelanjutan melalui bahan baku daur ulang dalam FGD Kemenko Perekonomian di Bandung yang membahas ekonomi sirkular dan tantangan bahan baku.
BERITA


Bandung, 12 Maret 2026 — Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan rantai pasok industri yang berkelanjutan, khususnya melalui pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan dan daur ulang. Komitmen ini disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Integrasi Bahan Baku Berkelanjutan (Sustainable Material) dalam Rantai Pasok Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil” yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk Dida Gardera, ST., M.Sc., Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta perwakilan kementerian/lembaga, asosiasi industri, akademisi, dan pelaku usaha.
Dalam forum tersebut, AMDATARA diwakili oleh Direktur Eksekutif AMDATARA, Sudarman Bolo, yang menekankan pentingnya keberlanjutan pasokan bahan baku sebagai prasyarat utama bagi transformasi industri AMDK menuju ekonomi sirkular.
“Ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan menjadi kunci bagi industri AMDK untuk terus tumbuh sekaligus menjawab tantangan lingkungan. Industri telah bergerak, namun penguatan ekosistemnya membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten, terutama dalam mendorong pemanfaatan bahan baku daur ulang di dalam negeri,” ujar Sudarman Bolo.
Lebih lanjut, AMDATARA menyampaikan bahwa industri AMDK di Indonesia telah aktif mengimplementasikan berbagai program ekonomi sirkular, khususnya melalui penggunaan kemasan berbahan daur ulang. Sejumlah anggota AMDATARA bahkan telah mencapai tingkat penggunaan 100% bahan daur ulang (rPET) dalam kemasan produk mereka.
“Praktik ekonomi sirkular bukan lagi wacana. Beberapa anggota AMDATARA seperti AQUA dan Air Alam telah membuktikan bahwa penggunaan bahan daur ulang hingga 100 persen dapat dilakukan secara bertanggung jawab dan memenuhi standar keamanan pangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan ekosistem bahan baku daur ulang ini semakin kuat dan berkelanjutan,” tambahnya. Saat ini indonesia mulai menerapkan skema EPR secara voluntarydan memberikan dampak positif. Namun ke depan, diperlukan integrasi roadmap yang jelas serta harmonisasi regulasi lintas sektor agar seluruh inisiatif ini saling menguatkan dan benar-benar mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
AMDATARA juga menekankan perlunya peran aktif pemerintah dalam memperkuat ekosistem tersebut, mulai dari kepastian regulasi, dukungan infrastruktur pengumpulan dan daur ulang, hingga insentif bagi industri yang konsisten menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Melalui partisipasi aktif dalam FGD ini, AMDATARA berharap rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dapat mendorong kolaborasi lintas sektor serta mempercepat integrasi bahan baku berkelanjutan dalam rantai pasok industri nasional, termasuk industri air minum dalam kemasan.
